Home » SEO » Mohon Maaf, Blog Ini Tidak Dofollow Lagi

Mohon Maaf, Blog Ini Tidak Dofollow Lagi

18 Jul. 201049 comments
Mohon Maaf, Blog Ini Tidak Dofollow Lagi

Setelah hampir satu tahun blog ini menerapkan Dofollow untuk link para komentator,  mulai pertengahan bulan Juni kemarin, blog ini tidak Dofollow lagi untuk link sang komentator pada postingan (untuk Top Komentator di bagian sidebar tetap Dofollow) dengan beberapa alasan dan pertimbangan. Pengertian dofollow dan nofollow, kelebihan dan kekurangannya bisa dibaca di sini.

Pertama, kebetulan blog ini ganti setting permalink, alhamdulillah traffic tidak turun dan posisi postingan serta keyword di SERP terutama Google tetap stabil karena saya redirect dari permalink lama ke permalink baru dengan memanfaatkan fitur yang ada di plugin SEO Platinum yaitu “Automatically do 301 redirects for permalink changes”. Tapi gara-gara ganti permalink menimbulkan dampak duplikat kontent di beberapa postingan, mudah-mudahan bulan berikutnya sudah hilang duplikat kontennya.

Kedua, blog ini beberapa kali saya biarkan jadi ajang battle top komentator, padahal blognya dofollow (blogger nekat).  Gara-gara ajang tersebut, saya sering dapat warning dari beberapa komentator dan teman, Awas hati-hati kena penalty Google, komentar lainnya : emang nggak takut kena Google Sandbox mas !. Awalnya saya sih cuek aja, sampai hampir satu tahun tetap saya biarkan dofollow. Sampai akhirnya dengan berat hati saya setting blog ini menjadi Nofollow atau sudah tidak Dofollow lagi biar para peserta battle top komentator tetap ada wadah menyalurkan aspirasi heeee, dan blog ini tetap aman, aman dari tendangan penalty om Google. Kalau sekedar Page Rank terjun ke nol pokrol saya tidak terlalu risau, tapi kalau sampai dikira berternak link dan kena penalty kemudian hilang dari search engine, mungkin butuh waktu lagi untuk memulihkannya.

Dengan merubah kebijakan dari dofollow menjadi nofollow mungkin juga akan berimbas terhadap traffic walaupun sedikit, terutama yang berasal dari para pencari backlink dari blog-blog dofollow, tapi gak jadi masalah toh jumlahnya tidak seberapa paling cuman 2% dari seluruh jumlah traffic yang ada, dibandingkan jika sampai kena penalty Google akan kehilangan traffic sampai 79%, karena jumlah kunjungan blog ini hampir 79% berasal dari search engine khususnya Google, sisanya dari Yahoo, Bing, Facebook, Twitter, Digg, Blogcatalog, Mybloglog, Lintas Berita, Kaskus, Topseratus, beberapa direktori lainnya dan kunjungan langsung baik dari RSS maupun blogwalking.

Sekali lagi mohon dimaklumi dengan perubahan kebijakan ini, dan saya tetap yakin seyakin-yakinnya bahwa inti dari sebuah blog adalah konten atau isinya baik berupa tutorial, artikel, berita, sampai curhatan pribadi si empunya blog dan bagaimana cara mengemasnya dengan baik dan bisa memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya. Jadi bukan hanya tergantung kepada apakah blog itu dofollow atau nofollow, itu hanyalah sebuah metode atau cara untuk meningkatkan traffic blog atau menerapkan semangat untuk berbagi sebagai ungkapan terima kasih kepada pengunjung. Masih banyak cara lain untuk berbagi, menyajikan konten yang  baik dan bermanfaat itu juga sudah berbagi apalagi jika diniatkan untuk pencerahan, untuk pendidikan untuk perjuangan, untuk mencerdaskan bangsa dan berdakwah (ballighuu ‘anni walau ayatan) pasti akan mempunyai nilai tambah (point plus-plus heeee …..).

Adapun yang lainnya menurut saya adalah sebagai penunjang dan komplemen atau pelengkap yang terkadang memang tidak bisa dipisahkan dari aktifitas blogging itu sendiri seperti optimasi blog baik tampilan atau navigasi, SEO, kemudahan akses (kecepatan loading blog), blogwalking dan silaturahmi, link exchange, kopdar dan lain-lain.

Dalam proses optimasi seo, kunci utamanya bukan sekedar sebuah backlink yang berasal dari blog dofollow saja. Bicara optimasi seo akan lebih baik jika proses backlink building ini berlangsung secara natural, alami dan tidak berlebihan. Kita perlu menyelaraskan backlink building bukan hanya pada link yang dofollow saja, namun juga harus berimbang dengan link yang nofollow. Setahu saya Google juga begitu, suka yang natural dan tidak berlebihan.

Menurut pendapat saya baik link dofollow maupun nofollow tetap sama-sama punya manfaat terutama untuk meningkatkan branding image anda. Dan yang tidak kalah pentingnya membangun dan mempopulerkan web/blog dibutuhkan kesabaran, konsistensi, keuletan dan tidak bisa instan. Kalau serba instan, tiba-tiba, ujug-ujug menurut saya kok malah kurang bagus. Mungkin ada yang tidak sependapat dengan kalimat terakhir?.

Mudah-mudahan artikel tentang Mohon Maaf, Blog Ini Tidak Dofollow Lagi ini bisa bermanfaat untuk anda, terima kasih.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cara Setting Robots.txt
  2. Cara Mengoptimasi Halaman Kategori
  3. Cara Submit Blog atau Website di Google Webmasters
  4. Category Page, Index or Noindex?
  5. Cara Setting Robots Meta Tag WordPress
  6. Konten Berkualitas Versi Google
  7. Cara Meningkatkan Traffic Blog
  8. Cara meningkatkan peringkat di TopSeratus.com
  9. Cara Pasang Adsense Di Bawah Judul Postingan
  10. Cara Merubah Tag Heading h1 Untuk Judul Postingan
  1. 18-7-2010 at 03:12 | #1

    Wah, saya komentar ya komentar aja Pak, nggak ngejar dofollow-nya.

    Permalinknya disederhanakan ya? Saya OL pake BB nih, jadi nggak bisa hover buat ngelihat permalink yang baru.

    Reply

    Reza Reply:

    salut deh sama mbak isnuansa..

    Reply

    Reza Reply:

    yang penting jaga tali persahabatan antar blogger ya mbak….

    Reply

  2. 18-7-2010 at 05:01 | #2

    syukur deh saya dapet yang keduXX, meskipun bukan pertamaXX

    Reply

    Reza Reply:

    bang alwi, saya khan pake add on NOdofollow, saya check replyan komentar kok warnanya masih biru ya? saya properties bertuliskan eksternal no follow, artinya gimana?

    Reply

  3. 18-7-2010 at 08:04 | #3

    semua sependapat kang dengan yang terakhir nggak ada yang instan semua harus bertahap , blog harus dioptimasi, Seo

    Reply

  4. 18-7-2010 at 09:04 | #4

    Saya juga sependapat kang…
    Dari kemarin saya sudah lihat bahwa settingannya sudah berubah, dan itu tidak mempengaruhi saya untuk tetap berkunjung kesini.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    beberapa waktu yang lalu Saya pernah ngomong sama dik mUnir tentang blog sahabat yang di pinalty gara2 seperti kasus yang kang Alwi bahas diatas, dan saya khawatir dengan blog ini…..
    namun Alhamdulillah… settingannya sudah dirubah.
    terus terang saya pernah berniat untuk tidak menebar koment lagi disini gara2 kekhawatiran itu.

    Reply

    aming Reply:

    yuk mariiii…
    :ngopi:

    Reply

  5. 18-7-2010 at 13:05 | #5

    kita budayakan komentar yang santun dan tidak spam baik di blog nodofollow maupun dofollow!

    Reply

  6. 18-7-2010 at 19:31 | #6

    no or do tetap isi komentar karena silaturahmi mempererat persahabatan akan lebih baik dengan keikhlasan tanpa berharap sebuah imbalan apapun

    Reply

  7. 18-7-2010 at 20:47 | #7

    memang benar juga blog mas alwi ini sudah tinggi traffiknya & ada battle top komentator bisa sampai 300 komentar utk satu postingan…lebih baik mencegah daripada sudah ditendang google.
    Kalo blog saya masih tetap do-Follow karna masih seumur jagung :-)

    Reply

  8. 19-7-2010 at 05:28 | #8

    aku juga nofollow
    :D

    Reply

  9. 19-7-2010 at 08:34 | #9

    awalnya pengen ikud2 tan battle top komeng trus pengen juga jadi dofollow, tapi setelah dipikir2….ternyata memang benar kata mas alwi,
    “membangun dan mempopulerkan web/blog dibutuhkan kesabaran, konsistensi, keuletan dan tidak bisa instan”…

    like this lah…

    Reply

  10. 19-7-2010 at 10:52 | #10

    gak masalah bang
    yang penting ane bisa hepi komeng dimari

    sukses buat bang alwi

    Reply

Comment pages
5+9=? (Wajib diisi)