Home » Wordpress » Cara Membuat Halaman Maintenance dengan .htaccess

Cara Membuat Halaman Maintenance dengan .htaccess

5 Mei. 2010111 comments
Cara Membuat Halaman Maintenance dengan .htaccess

WordPress khususnya yang self hosting adalah platform blog yang cukup dinamis perkembangannya baik versi wordpress itu sendiri, plugin dan juga fitur-fitur lainnya. Sebagai pengguna tentunya harus menyesuaikan diri dengan fitur-fitur baru yang dihadirkan baik oleh pihak wordpress maupun oleh pihak para pengembang, supaya kinerja blog kita menjadi lebih maksimal. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan yaitu Update atau Upgrade WordPress ke Versi terbaru.

Saat kita sedang mengupdate blog, langkah bijaksana yang harus dilakukan yaitu redirect pengunjung Anda ke halaman Maintenance, agar pengunjung tidak dihadapkan dengan “error page atau 404 page” sampai kita selesai mengupdate blog.  Sekarang Anda dapat mengarahkan pengguna ke halaman Maintenance dengan mudah dengan menggunakan file .htaccess.

Caranya yaitu :

  1. Silahkan login ke Cpanel anda, klik File Manager dan silahkan menuju root direktori (klik public_html).
  2. Buat file dan beri nama maintenance.html, file ini berisi informasi tentang upgrade atau perbaikan yang sedang anda lakukan. Anda bisa membuatnya secara manual dan personal atau bisa memanfaatkan file maintenance.html  yang biasanya sudah disediakan oleh pihak web hosting yang ditempatkan di root direktori. File ini nantinya akan beralamat di http://yourdomain.com/maintenance.html. Contoh isi kode file maintenance.html :
  3. <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
    <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"> <head>  <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
    <title>Under Contruction</title>
    <style type="text/css">
    body{background-color: #0033CC;}
    <!-- .style1 {color: #00FF00;font-weight: bold;font-size: xx-large;}
    .style2 {color: #FF0000;font-weight: bold;font-size: xx-large;}-->
    </style>
    <link rel="shortcut icon" href="http://yourdomain.com/favicon.ico" />
    </head>
    <body>
    <p align="center">Under Constructions / Sedang Ada Perbaikan </p>
    <p align="center">Mohon Tunggu Beberapa Saat Lagi ... </p>
    </body>
    </html>

    ganti http://yourdomain.com/favicon.ico dengan URL favicon punya anda.

  4. Contoh kode di atas sudah saya sertakan dengan warna background, silahkan berimprovisasi dengan warna pilihan anda. Cara yang lebih mudah dalam membuat isi halaman maintenance.html yaitu klik file tersebut kemudian klik icon HTML editor, setelah di halaman editor anda bebas memasukkan kalimat atau pesan yang akan disampaikan, semudah seperti anda sedang mengetik postingan, and juga bisa memasukkan gambar, pilihan jenis, warna  dan ukuran font, insert video dan lain-lain. Setelah mantab dengan pilihan isi pesan yang akan disampaikan kemudian simpan.
  5. Buat sebuah file dan beri nama dengan .htaccess. Jika file .htaccess sudah ada (pernah dibuat sebelumnya) backup isinya dan salin ke notepad terus simpan di komputer.
  6. Buka file .htaccess yang ada atau telah kita buat dan masukkan kode seperti berikut ini (digunakan khusus ketika sedang melakukan upgrade) :
  7. Options +FollowSymlinks
    RewriteEngine on
    RewriteCond %{REQUEST_URI} !/maintenance.html$
    RewriteCond %{REMOTE_HOST} !^123\.456\.789\.000
    
    RewriteRule $ /maintenance.html [R=302,L]
    
  8. Ganti kode ini  : 123\.456\.789\.000 seperti pada contoh di atas dengan alamat IP anda. Tujuannya supaya anda tetap bisa  membuka blog anda dan melanjutkan proses upgrade (supaya tidak diredirect). Jadi setiap pengunjung membuka blog anda akan diredirect ke halaman maintenance.html yang telah kita buat tadi.
  9. Setelah selesai upgrade, silahkan buka kembali file .htaccess kemudian ganti dengan kode .htaccess yang lama (kode sebelum upgrade).

Contoh halaman maintenance 1, Contoh halaman maintenance 2.

Mudah-mudahan artikel tentang Cara Membuat Halaman Maintenance dengan .htaccess ini bisa bermanfaat untuk anda, terima kasih.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Update WordPress 3.1
  2. Upgrade WordPress ke versi 2.8.3
  3. Upgrade WordPress ke versi 2.8.5
  4. Update WordPress 3.3.1
  5. Cara Memasang Widget Top Komentator
  6. Update WordPress 3.3
  7. Microsoft Gantikan Window Live Space dengan WordPress
  8. Update WordPress ke versi 2.9 (terbaru)
  9. Membuat Blog WordPress Dengan Domain Dan Hosting Gratis
  10. Download WordPress 3.0.1
  1. 8-5-2010 at 08:16 | #1

    mantaps ilmunya …..
    trims sekali mas :)

    Reply

  2. 8-5-2010 at 11:31 | #2

    This is really important so thanks David for documenting it for people. Of course, if you change servers for an e commerce site (or any type of site for that matter) without taking this approach (or similar) orders can get added via the old server environment so it’s really important.

    Reply

    munir ardi Reply:

    WAH ADA MISTER YANG MAMPIR NIH

    Reply

  3. 8-5-2010 at 19:02 | #3

    ngisi absen di malem minggu hehhe . .

    Reply

    munir ardi Reply:

    ikut juga ah dari belakang

    Reply

  4. 10-5-2010 at 22:44 | #4

    still bingung..

    Reply

  5. 12-5-2010 at 17:27 | #5

    KtA Ska P Nn..????????

    Reply

  6. 12-5-2010 at 17:30 | #6

    hahahahahha….???

    Reply

  7. 17-5-2010 at 14:27 | #7

    Your best bet is market yourself to Realtors who will ultimately list these properties. Most have weekly meetings, ask if you can make a short presentation at a meeting. Or get some inexpensive flyers printed up with pricing or information about services you offer and drop a few at every RE office in your area.

    Reply

  8. 19-5-2010 at 14:48 | #8

    ora mudeng mas alwi

    Reply

  9. 19-5-2010 at 14:57 | #9
  10. 22-5-2010 at 13:32 | #10

    WordPress khususnya yang self hosting adalah platform blog yang cukup dinamis perkembangannya baik versi wordpress itu sendiri, plugin dan juga fitur-fitur lainnya. Sebagai pengguna tentunya harus menyesuaikan…

    Reply

Comment pages
3+7=? (Wajib diisi)