Home » Religi » Hukum Transaksi via Elektronik

Hukum Transaksi via Elektronik

15 Jun. 201079 comments
Hukum Transaksi via Elektronik

Kemajuan teknologi dan Informasi telah mengantarkan pada pola kehidupan umat manusia lebih mudah sehingga merubah pola interaksi antar anggota masyarakat. Pada era teknologi dan informasi saat ini, khususnya internet, seseorang dapat melakukan perubahan pola transaksi bisnis, baik berskala kecil maupun besar, yaitu perubahan dari paradigma bisnis konvensional menjadi paradigma bisnis elektronikal. Paradigma baru tersebut dikenal dengan istilah Electronic Commerce, umumnya disingkat E-Commerce.

Kontrak elektronik adalah sebagai perjanjian para pihak yang dibuat melalui sistem elektronik. Maka jelas bahwa kontrak elektronikal tidak hanya dilakukan melalui internet semata, tetapi juga dapat dilakukan melalui medium faksimili, telegram, telex, internet, dan telepon. Kontrak elektronikal yang menggunakan media informasi dan komunikasi terkadang mengabaikan rukun jual-beli (ba’i), seperti shighat, ijab-qabul, dan syarat pembeli dan penjual yang harus cakap hukum. Bahkan dalam hal transaksi elektronikal ini belum diketahui tingkat keamanan proses transaksi, identifikasi pihak yang berkontrak, pembayaran dan ganti rugi akibat dari kerusakan.  Bahkan akad nikah pun sekarang telah ada yang menggunakan fasilitas telepon atau Cybernet, seperti yang terjadi di Arab Saudi.

Pertanyaan :

  1. Bagaimana hukum transaksi via elektronik, seperti media telepon, e-mail atau Cybernet dalam akad jual beli dan akad nikah?
  2. Sahkah pelaksanaan akad jual-beli dan akad nikah yang berada di majlis terpisah?
  3. Bagaimana hukum melakukan transaksi dengan cara pengiriman SMS dari calon pengantin pria berisi catatan pemberian kuasa hukum (wakalah) kepada seseorang yang hadir di majlis tersebut?

Jawaban :
1. Hukum akad jual beli melalui alat elektronik sah apabila sebelum transaksi kedua belah pihak sudah melihat memenuhi mabi’ (barang yang diperjualbelikan) atau telah dijelaskan baik sifat maupun jenisnya, serta memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun jual beli lainnya.

Sedangkan hukum pelaksanaan akad nikah melalui alat elektronik tidak sah, karena: (a) kedua saksi tidak melihat dan mendengar secara langsung pelaksanaan akad; (b) saksi tidak hadir di majlis akad; (c) di dalam akad nikah disyaratkan lafal yang sharih (jelas) sedangkan akad melalui alat elektronik tergolong kinayah (samar).

2. Pelaksanaan akad jual-beli meskipun di majlis terpisah tetap sah, sedangkan pelaksanaan akad nikah yang berada di majlis terpisah tidak sah.

3. Hukum melakukan akad/transaksi dengan cara pengiriman SMS dari calon pengantin pria berisi catatan wakalah (pemberian kuasa hukum) kepada seseorang yang hadir di majlis tersebut hukumnya sah dengan syarat aman dan sesuai dengan nafsul-amri (sesuai dengan kenyataan).

Pengambilan dalil dari :
1. Nihayatul Muhtaj, Juz 11, hal. 285 (dalam maktabah syamilah)
2. Al-Majmu’, Juz 9, hal. 288.
3. Hasyiyatul Bujairimi ‘alal Manhaj, Juz 11, hal. 476.
4. Hasyiyatul Bujairimi ‘alal Khatib, Juz 2, hal. 403.
5. I’anahtuth Thalibin, Juz 3, hal. 9. Dll.

Sumber : Keputusan bahtsul masail diniyah waqi’iyah pada muktamar NU ke-32 di Makassar, 23-28 Maret 2010, yang saya kutip dari situs resmi PBNU : NU Online (http://www.nu.or.id).

Mudah-mudahan artikel tentang Hukum Transaksi via Elektronik ini bisa bermanfaat untuk anda, terima kasih.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Thawaf dan Sa’i
  2. Doa Menjenguk Orang Sakit
  3. Software Islami, Aplikasi Penghitung Harta Warisan
  4. Hikmah dan Manfaat Sholat Berjamaah
  5. Makna Lebaran (Idul Fitri)
  6. Hadits-Hadits Tentang Nikah
  7. Doa Untuk Kemudahan Melahirkan
  8. Kumpulan Do’a Untuk Calon Penganten (Arab, Indonesia)
  9. Doa Pengantin Kepada Diri Pasangannya
  10. Seputar Puasa Ramadhan
  1. 22-6-2010 at 17:36 | #1

    makasih mas atas infonya.. oh ya salam kenal dari blogteater……

    Reply

  2. 24-6-2010 at 12:52 | #2

    belajar hukum agama disini

    Reply

  3. 28-6-2010 at 10:47 | #3

    Perkembangan teknologiinformasi yang sangat pesat selama ini telah membawa banyak perubahan terhadappola kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Perubahan pola kehidupan tersebut terjadi hampir di semua bidang, baik sosial, budaya, ekonomi, maupunbidang lainnya. Perubahan tersebut antara lain dengan berkembangnya penggunaanteknologi internet (telematika) yang merupakan salah satu bagian dariperkembangan teknologi informasi.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Manfaat yang dirasakan dengan adanya internet adalah bahwa media ini berfungsi sebagai jalur bebas hambatan bagipengiriman maupun penerimaan informasi. .

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Perkembangan dunia maya ini (cyberspace)dirasakan banyak menciptakan berbagai kemudahan, seperti dalam melakukantransaksi, membantu dunia pendidikan, perdagangan, perbankan serta manfaat lain, baik yang bersifat ekonomis maupun sosial

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Perkembangan teknologi sangat besarpengaruhnya terhadap pergeseran pola hidup masyarakat.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Pergeseran pola hidupsebagai akibat pengaruh perkembangan teknologi, ada yang memberi manfaat bagimasyarakat, tetapi ada juga yang menimbulkan kerugian baik secara materiilmaupun immateriil dengan adanya dekadensi moral.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Perkembangan teknologi informasi terutama yang berkaitan dengan transaksi elektronik sepertie-commerce, e-business, internet banking, dan lain sebagainya memerlukan pengaturan dan ketentuan yang jelas yang dapat mengamankan kepentingan informasi dan transaksi tersebut.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Bagaimanapun juga kita tidak inginketinggalan dalam pemanfaatan teknologi dan mau tidak mau akan berhadapan dengan usaha untuk menggunakan teknologi tersebut sebagai efek dari era globalisasi.

    Reply

    Bang Iwan Reply:

    Di samping itu, perlu dilakukan sosialisasi secara intensif mengenai peraturan perundang-undanganyang mengatur bahwa dokumen yang tersimpan dalam media elektronik dapat dijadikan alat bukti yang sah, agar terdapat persamaan persepsi, sehingga tidak terdapat kendala dalam penerapannya.

    Reply

  4. 6-7-2010 at 14:17 | #4

    Kehadiran UU ITE ini sudah sangat dinantikan publik. Beberapa alasan yang dikemukakan publik bahwa UU ITE akan memberikan manfaat,

    Reply

  5. 6-7-2010 at 14:18 | #5

    Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik

    Reply

  6. 6-7-2010 at 14:18 | #6

    Mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

    Reply

  7. 6-7-2010 at 14:19 | #7

    Sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi informasi

    Reply

  8. 6-7-2010 at 14:19 | #8

    Melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi.

    Reply

  9. 6-7-2010 at 14:21 | #9

    Adapun terobosan-terobosan penting yang dimiliki RUU ITE adalah :

    * Tanda Tangan Elektronik diakui memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tandatangan konvesional (tinta basah dan materai)

    Reply

  10. 6-7-2010 at 14:21 | #10

    * Alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP

    Reply

Comment pages
0+4=? (Wajib diisi)