Home>> Facebook> Dampingi Anak Saat Berselancar di Dunia Maya

Dampingi Anak Saat Berselancar di Dunia Maya

11 Feb 2010 Alwi125 comments

Internet atau dunia maya ibarat pisau bermata dua, satu sisi punya beribu-ribu bahkan berjuta-juta manfaat namun pada sisi lain juga bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan seperti yang terjadi belakangan ini dengan memanfaatkan salah satu situs jejaring sosial yang sedang populer yaitu Facebook. Kasus kejahatan terhadap remaja oleh orang yang baru dikenal di situs jejaring sosial Facebook tidak hanya menimpa Marietha Novatriani di Tangerang. Kasus serupa dilaporkan juga terjadi di Semarang dan Makassar.

Untuk kasus Nova di Tangerang, Satuan Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap Febriari, 18, pria yang membawa kabur Nova. Pria itu baru dikenal Nova lewat jalur pertemanan di Facebook, November tahun lalu.

Di Makassar, seorang gadis berinisial ME,17, siswi sebuah SMA negeri di Makassar melaporkan dugaan perbuatan asusila yang dialaminya oleh pelaku yang baru dikenalinya lewat situs jejaring sosial. Perempuan yang beralamat di Perumahan Balla Panakkukang, Jalan Raya Pendidikan, Kecamatan Rapoocini, itu melapor ke Polresta Makassar Timur. Korban datang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Makassar Timur pada pukul 20.30 Wita tadi malam. Dalam laporan itu dia mengaku bahwa lelaki itu adalah orang yang dikenal lewat situs Facebook sekitar dua pekan lalu.  “Dua pekan lalu saya berteman dengan pelaku lewat Facebook. Dia kemudian beberapa kali mengajak saya untuk bertemu,” tutur perempuan yang berambut sebahu itu.

Kepada petugas ME mengaku nama lelaki yang memerkosanya adalah Musa alias Moja. Pelaku yang masih dalam pengejaran petugas itu mengaku sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Makassar. Melalui pertemanan di dunia maya itu kedua orang ini pun intens menjalin komunikasi.

Seperti halnya kasus di Makassar, kasus serupa di Semarang pun polisi masih memburu sang pelaku, yang diduga teman korban di Facebook.

Meihat fenomena ini, Psikolog Tika Bisono menekankan pentingnya peran orang tua mendampingi kegiatan anak dalam menggunakan Facebook. Orang tua juga harus bersikap arif dan cerdas dalam membimbing anak-anak mereka. Sudah semestinya orang tua memberi nasihat agar anaknya tidak usah menerima ajakan berteman dari orang yang tidak dikenalnya.

“Lalu beri penjelasan bahwa banyak kejadian bahaya, termasuk penculikan, akibat menerima permintaan berteman dari orang yang tidak dikenal. Kalau memang kenal, silakan saja. Saya yakin, dengan cara begini anak sudah langsung mengerti dan akan lebih hati-hati,” kata Tika.

Tika menambahkan, selain orang tua, pemerintah juga perlu memperhatikan ancaman internet bagi anak yang semakin mencemaskan. Salah satunya melakukan sosialisasi di lingkungan keluarga dan membuat kebijakan pengaturan sistem.

Menurut sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Susetiawan, rentetan peristiwa kejahatan lewat Facebookmenunjukkan norma sosial dalam komunitas dunia maya sudah hilang. Dalam dunia maya, siapa yang bertanggung jawab tidak jelas dan absurd.

Mestinya pemerintah sudah harus membuat perubahan dalam komunitas dunia maya, terutama perlu adanya peraturan baru dalam etika, sehingga ada standardisasi dan rambu-rambu yang tidak dapat dilanggar oleh para pengguna.

Categories: FacebookTags:
Share This Post To : Artikel Menarik Lainnya :
  1. Yahoo Makin Terintegrasi dengan Facebook
  2. Upload Foto Facebook via Ponsel Tanpa Aplikasi
  3. Fitur baru, Facebook bakal bisa Retweet
  4. Adobe Air, Free Photo Uploader for Facebook
  5. Facebook Yang Fenomenal
  6. Video Erotis 'Beracun' Coba Pikat Facebooker
  7. Cara setting username atau nama pengguna facebook
  1. 14 Feb. 2010 at 20:50 | #1

    menyempatkan ngabsen disini.. maaf kalo jarang mampir, ya mas… masih sibuk nih.. :-(

    Reply

  2. 14 Feb. 2010 at 21:45 | #2

    Hanya di Indonesia saja jejaring sosial menjadi momok berbahaya.

    Reply

  3. 16 Feb. 2010 at 20:27 | #3

    saya sendiri pernah menemukan anak saya yg baru kelas 5 SD buka situs xxx , pertama ditanya tdk ngaku (soalnya sy juga tdk pernah buka situs itu), setelah di desak baru ngaku kalau di beritahu temannya …
    sekarang sy buat profile khusus untuk anak-2 dan restric browser ke high level dan jika ada kesulitan membuka laman tertentu harus sepengetahuan saya …
    soal fesbuk, saya larang sama sekali ..
    disinilah peran orang tua sangat menentukan, hanya berharap peraturan dirumah tetap dibawa ke warnet ..

    Reply

    anggayasha : Reply:

    Betul banget, mas. Kita juga bisa pasang internet di rumah. Jadi orang tua bisa memantau si anak. Apalagi kalo ngerti internet, tinggal di setting aja mana-mana web yang gak boleh di akses. Jangan sampai anak kecil dibiasakan main ke warnet. Karena warnet sekarang banyak yang gak bener, seperti menyediakan film2 porno dan lain-lain.

    Reply

  4. 17 Feb. 2010 at 08:13 | #4

    good article
    sekarang aq hati2 ah ama facebook
    he… he…..
    tapi apa gak ada .yang hilang itu anak cowok ya
    aq mau dong di culik oleh cewek 2 cantik ha…ha…ha….
    just kidding

    Reply

  5. 1 Mar. 2010 at 21:45 | #5

    klo belum punya anak dampingi siapa ya…

    Reply

  6. 5 Apr. 2010 at 05:30 | #6

    memang perlu ini kang

    Reply

  7. 5 Apr. 2010 at 05:30 | #7

    sebab banyak kontent yang berbahaya di internet

    Reply

  8. 5 Apr. 2010 at 05:31 | #8

    apalagi kalau nemu yang vulgar wah bisa bahaya tuh

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Peran orangtua masih sangat penting untuk mendampinginya ketika berinternet. Orang tua juga harus mempertimbangkan batasan, situs apa saja yang boleh dan tidak dikunjungi si kecil.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Orang tua bisa membuat direktori atau search engine khusus agar anak mudah membuka situs yang layak, sehingga, ia akan mendapatkan pengalaman positif jika menemukan banyak hal baru dari dunia maya.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosialnya di luar keluarga. Faktor pertemanan dan kelompok bermain juga mulai berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupannya. Ia juga mulai meminta kebebasan lebih banyak.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Anak memang harus didorong untuk bereksplorasi, meski bukan berarti tidak ada pendampingan orang tua. Jadi, sebaiknya tempatkan komputer di ruangan yang mudah diawasi agar anak bebas bereksplorasi dengan internet di rumah.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Pertimbangkan menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak, untuk mencapai situs yang boleh dikunjunginya, atau gunakan browser yang dirancang khusus untuk anak. Di masa ini, fokus orangtua jangan hanya pada apa yang ia lakukan, tapi juga batasi berapa lama ia online.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Di masa pra-remaja ini, anak butuh lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk lebih mengenalkan fungsi internet dalam membantu tugas sekolah, atau menemukan banyak hal, yang berhubungan dengan hobinya.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Di usia 12, anak mulai mengasah kemampuan dan nalarnya sehingga ia akan membentuk nilai dan norma sendiri, yang dipengaruhi nilai dan norma yang dianut kelompok pertemanannya.

    Reply

  9. 5 Apr. 2010 at 11:42 | #9

    user juga jgn “bodoh”
    org belom kenal kok mw diajak kabur :p

    Reply

  10. 5 Jun. 2010 at 06:59 | #10

    Anak saya kini kelas IV SD. Saya membelikan dia laptop supaya bisa bermain internet. Tapi, setelah saya amati, ternyata banyak game atau permainan lain di internet yang kurang optimal untuk wawasan anak-anak.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Anak yang mulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi orang tua atau orang dewasa.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Pendampingan ini bukan sekadar menyangkut soal keselamatan dan keamanan saja, tapi juga membawa anak memiliki pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara si kecil dengan orang tua.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Pilihlah situs yang cocok, aman, layak dan terpercaya dikunjungi, tanpa perlu memaksa anak keluar dari situs ketika masih menginginkannya.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    perlu pendampingan keluarga untuk mengoptimalkan komputer sebagai media belajar. Pendampingan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi Anda dengan putra-putri Anda dan seluruh keluarga.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Pada gilirannya anak Anda akan siap menyambut masa depannya, karena anak terbiasa menggunakan hasil teknologi canggih.

    Reply

  11. 5 Jun. 2010 at 07:01 | #11

    Berikut beberapa tip yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan keberadaan komputer untuk mengembangkan mendukung belajar anak:

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Letakkan komputer di rumah pada tempat strategis, sehingga dapat menjadi salah satu pusat kegiatan keluarga, seperti halnya televisi.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Jadikan acara berkomputer-ria sebagai sarana komunikasi yang positif dengan anak-anak dan keluarga.

    Bang Iwan : Reply:

    Penempatan di tempat lebih umum akan mengurangi kemungkinan anak memanfaatkan komputer untuk mencari informasi atau kegiatan yang tidak produktif (misalnya sekadar main game atau mengakses situs dewasa).

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Perlu diingat komputer tidak menggantikan buku, piknik ke gunung, nonton museum, dan sebagainya. Namun, komputer dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah, membangun keterampilan, dan menggali berbagai ilmu pengetahuan.

    Bang Iwan : Reply:

    Jangan menyediakan komputer dan membelikan berbagai software kepada anak Anda hanya sebagai penebus rasa bersalah, karena Anda adalah ayah atau ibu yang sangat sibuk beraktivitas sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk anak-anak Anda. Kalaupun itu menjadi alasan pertama, kini saatnya Anda ikut ambil bagian dalam mendampingi anak Anda.

    Reply

    Bang Iwan : Reply:

    Manfaatkan komputer untuk menanamkan nilai-nilai positif dan pembentukan sikap dalam penggunaan IT. Misalnya, disiplin mematikan komputer pada saat tidak dipergunakan, disiplin waktu dalam menggunakan komputer, menjaga kerapian dan kebersihan, menjalankan perintah-perintah secara teliti dan akurat, kejujuran karena komputer tidak pernah berbohong, kemandirian, berani melakukan eksplorasi, dan sebagainya.

    Bang Iwan : Reply:

    Pilihkan anak Anda sofware yang baik sesuai tingkat umur mereka. Buat aturan di rumah dalam penggunaan komputer. Misalnya, software pendidikan boleh digunakan setiap hari, tetapi software permainan (game) hanya boleh pada Sabtu dan Minggu.

    Bang Iwan : Reply:

    Kombinasikan belajar dan bermain dengan program-program komputer yang sudah tersedia di toko agar anak Anda dapat belajar dengan penuh kegairahan dan suka cita.

  12. 5 Jun. 2010 at 07:07 | #12

    Tugas orangtua adalah membantu mengarahkan kebebasannya. Jadi, fokusnya bukan hanya terpaku pada apa yang ia lihat di internet, tapi juga berapa lama ia online. Batasi penggunaannya, jangan sampai ia tenggelam di dunia maya dan melupakan dunia sosial yang sesungguhnya.

    Reply

  13. 7 Jun. 2010 at 11:53 | #13

    betul tuh kang… banyak lobang di dunia hitam ini

    Reply

  14. 19 Jun. 2010 at 09:01 | #14

    iya kang,, anak tentu butuh pengawasan dalam berselansar di dunia maya

    Reply

Comment pages
1 2 3 41712
  1. No trackbacks yet.