Blog dan komentar adalah 2 hal yang kadang tidak bisa dipisahkan. Adanya kolom komentar adalah ciri khas dari sebuah blog, sehingga dengan adanya fitur komentar akan terjadi interaksi antara pemilik atau pengelola blog dengan pengunjungnya. Namun demikian ada juga beberapa blog yang tidak menyediakan kolom komentarnya.
Banyak yang bilang blog tanpa komentar bagaikan sayur tanpa garam, bagaikan sate tanpa kecap. Sebagian blogger juga ada yang begitu terobsesi blognya rame dengan komentar, walaupun banyaknya jumlah komentar tidak menjadi jaminan sebagai indikator kesuksesan sebuah blog, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Tapi secara umum pemilik blog akan senang jika blognya rame dengan pengunjung dan komentar.
Jika dipilah-pilah jenis komentar juga bermacam-macam. Ada komentar yang baik dan benar, ini biasanya yang sangat diharapkan pemilik blog, karena akan menambah kualitas sebuah konten atau postingan dan akan menguntungkan kedua belah pihak (simbiosa mutualisme) antara pemilik blog dan sang komentator.
Cara mempercepat loading blog WordPress sebagian sudah saya sharing, baik dengan menggunakan metode kompressi maupun menggunakan plugin. Kali ini saya akan sharing cara mempercepat loading blog wordpress dengan meminimalkan permintaan queri ke database. Seperti kita ketahui WordPress adalah mesin blog yang dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL, sehingga setiap kali blog diakses maka akan terjadi permintaan queri ke database terlebih dahulu sebelum sebuah postingan atau yang lainnya ditampilkan ke pembaca. Semakin banyak permintaan queri ke database maka akan semakin lama waktu loading yang dibutuhkan.
Supaya loading blog menjadi lebih cepat, maka kita harus meminimalkan permintaan queri ke database (membuatnya menjadi static dalam waktu tertentu dalam bentuk cache), caranya bisa menggunakan plugin DB Cache Reloaded, W3 Total Cache, WP Widget Cache atau yang lainnya.
Salah satu cara untuk mempertahankan reputasi sebuah website atau blog, di samping konten yang berkualitas dan dibutuhkan oleh para pengunjung, kecepatan akses atau loading juga sangat penting. Jika sebuah blog susah diakses dan loadingnya lama (lola) maka siap-siap saja blog anda akan ditinggalkan oleh pengunjung, efek berikutnya hampir bisa dipastikan akan mempengaruhi traffic.
Mempercepat loading WordPress bisa dilakukan dengan berbagai macam cara seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, Tips Menghemat Quota Bandwidth. Cara lainnya yaitu dengan menggunakan plugin DB Cache Reloaded, WP Widget Cache, http compression dengan menggunakan mod_deflate atau mod_gzip.
Jika kita menggunakan WordPress, setiap kali kita mempublikasikan sebuah postingan dengan menyertakan gambar, secara default sistem WordPress akan menciptakan dua buah gambar yang disimpan di dalam server web hosting, satu thumbnail dan satu gambar asli. Bahkan ketika gambar yang ada di dalam postingan kita ganti skalanya, maka akan menghasilkan thumbnail yang lebih banyak lagi walaupun yang tampak hanya satu.
Thumbnail ini berguna untuk menampilkan gambar yang lebih kecil yang akan memberikan link ke gambar aslinya. Contoh untuk melihat tampilan gambar thumbnail, dari dashboard WordPress silahkan menuju menu Media ~ Library. Di sana kita bisa melihat koleksi gambar-gambar yang pernah kita upload untuk disertakan di dalam postingan dan gambar-gambar tersebut ditampilkan secara thumbnail (kecil-kecil). Kegunaan lain dari gambar thumbnail yaitu untuk menampilkan beberapa galeri foto, untuk menghemat halaman web biasanya yang ditampilkan hanya gambar kecilnya (thumbnail), setelah diklik baru akan tampil gambar aslinya.
Cara Mempercepat Loading WordPress Dengan HTTP Compression, Plugin WP Super Cache, dan Plugin DB Cache Reloaded sudah saya sampaikan, sekarang giliran saya sharing plugin lain yang saya gunakan untuk mempercepat loading blog ini, yaitu menggunakan Plugin WP Widget Cache.
Seperti kita ketahui widget-widget yang kita pasang di sidebar atau footer, seperti Recent Post, Recent Comment, Category, Tag Cloud, dan lain, kelihatannya static. Namun sebenarnya cara kerja widget-widget tersebut tidak static seperti apa yang terlihat, karena setiap blog diakses oleh pengunjung, masing-masing widget tersebut akan melakukan permintaan SQL query terlebih dahulu ke database wordpress yang kita gunakan sesuai dengan jenis dan fungsi masing-masing widget tersebut. Jika widget yang digunakan cukup banyak maka otomatis permintaan SQL query ke database juga menjadi lebih banyak, dampaknya waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan keseluruhan widget-widget tersebut juga menjadi lama dan loading blog jadi terasa berat.
Recent Comment :