Cara Menggabungkan File CSS WordPress

4 Sep. 201055 comments

Cascading Style Sheets atau CSS adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup atau suatu metode atau cara yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu halaman website atau situs, seperti tata letaknya, jenis font, warna font, pengaturan background, pengaturan navigasi dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan methode CSS ini kita bisa dengan mudah mengubah sebagian atau keseluruhan tampilan dari sebuah website sehingga  menjadi enak dilihat dan mudah navigasinya.

Untuk metode pemasangannya ada beberapa cara, yaitu External Style Sheet (file CSS ditempatkan terpisah atau di luar file HTML), Internal Style Sheet (Kode CSS dipasang di dalam tag head HTML) dan Inline Style Sheet (Kode CSS langsung dipasang di tag HTML). Untuk blog wordpress hampir semua theme yang digunakan memakai cara pertama (External Style Sheet).

Theme pada blog wordpress ada yang menggunakan satu buah file CSS namun ada juga yang menggunakan beberapa file CSS sesuai tujuan dan kegunaannya. Tujuan adanya pemisahan file css adalah untuk memudahkan dalam pengeditan sesuai dengan jenis kegunaannya, namun mempunyai kelemahan dari sisi kecepatan akses atau waktu loading karena akan menambah jumlah recources atau menambah jumlah http request. Salah satu cara untuk mengoptimalkannya (mengurangi jumlah http request), kita bisa menggabungkan beberapa file css yang kita gunakan sekaligus mengkompresnya secara otomatis dengan fungsi PHP.

Cara Menggabungkan File CSS WordPress :

1. Buka semua file css yang ada di folder theme yang digunakan, kemudian tempatkan kode berikut di masing-masing file css tersebut (di bagian paling atas).

<?php header("Content-type: text/css"); ?>

2. Buat file php (ekstensi php) di folder yang sama dengan file css ditempatkan pada theme yang anda gunakan, bisa lewat Cpanel atau FTP. Nama file terserah anda, misalnya style.css.php kemudian isi dengan kode berikut ini (sudah saya sertakan kode untuk Cache-Control, expires header, fungsi kompresi dan penggabungan file css :

<?php
ob_start("ob_gzhandler");
ob_start("compress");
// required header info and character set
header("Content-type: text/css; charset: UTF-8");
// duration of cached content (Cache for 1 weeks)
$offset = 60 * 60 * 24 * 7;
$ts = gmdate("D, d M Y H:i:s", time() + $offset) . " GMT";
// cache control to process
header ('Cache-Control: max-age=' . $offset . ', must-revalidate');
//set etag-header
header('ETag: "'.md5($ts).'"');
// expiration header format
$ExpStr = "Expires: " . gmdate("D, d M Y H:i:s",time() + $offset) . " GMT";
// send cache expiration header to browser
header($ExpStr);
// initialize compress function for white-space removal
ob_start("compress");
// Begin function compress
function compress($buffer) {
// remove comments
$buffer = preg_replace('!/\*[^*]*\*+([^/][^*]*\*+)*/!', '', $buffer);
// remove tabs, spaces, new lines, etc.
$buffer = str_replace(array("\r\n", "\r", "\n", "\t", '  ', '    ', '    '), '', $buffer);
// remove unnecessary spaces
$buffer = str_replace('{ ', '{', $buffer);
$buffer = str_replace(' }', '}', $buffer);
$buffer = str_replace('; ', ';', $buffer);
$buffer = str_replace(', ', ',', $buffer);
$buffer = str_replace(' {', '{', $buffer);
$buffer = str_replace('} ', '}', $buffer);
$buffer = str_replace(': ', ':', $buffer);
$buffer = str_replace(' ,', ',', $buffer);
$buffer = str_replace(' ;', ';', $buffer);
return $buffer;}
require_once('style.css');
require_once('style1.css');
require_once('style2.css');
ob_end_flush();
?>

Silahkan ganti style.css, style1.css, dan style2.css dengan nama file-file css yang anda gunakan. Jika file css hanya satu buah cukup dengan kode require_once(‘style.css‘);

Kode di atas digunakan untuk server apache yang telah mengaktifkan kompressi dengan deflate module loaded. Untuk server yang tidak mengaktifkan module tersebut bisa menggunakan alternatif lain dalam menggunakan fungsi kompresinya yaitu dengan ZLIB kompressi, caranya bisa dilihat di postingan saya sebelumnya, Mempercepat Loading WordPress dengan Zlib Compression. Jika kompresinya menggunakan ZLIB silahkan hapus kode ini :

ob_start("ob_gzhandler");
ob_start("compress");

3. Buka file header.php yang ada di folder theme yang digunakan, kemudian ganti ektensi file css untuk url stylesheet dari style.css menjadi style.css.php

Cara lain dalam mengoptimasi file css yaitu kita bisa menggunakan file css yang berbeda untuk halaman utama (home), untuk postingan, archive, dan kategori, sehingga file css yang ditampilkan betul-betul sesuai dengan yang dibutuhkan (ukuran file css menjadi lebih ringkas). Misalkan pengaturan css untuk komentar pasti tidak dibutuhkan ketika pengunjung membuka halaman utama (home), atau sebaliknya fungsi css untuk pengaturan penomoran halaman (paging) hanya dibutuhkan di halaman utama (home), kategori/tag, archive dan halaman hasil pencarian atau search. Caranya .. ? tunggu postingan berikutnya.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Border Style, Border Width, Border Color
  2. Cara Membuat Tampilan Postingan Yang Berbeda-beda
  3. Membuat Text Gradient Dengan CSS
  4. Menggulingkan Top Komentator
  5. Membuat Menu Navigasi Dengan CSS3
  6. Cara Menggunakan File CSS Yang Berbeda Untuk Home, Single Dll
  7. Main Remi Bersama Top Komentator
  8. Custom CSS Per Post
  9. CSS Image Sprites Generator
  10. CSS3, Sonic Mengejar Bola
  1. 8-9-2010 at 04:35 | #1

    Bookmark dulu om. Nuwun

    Reply

    Muhammad Faisal Aziz Reply:

    membookmarks dulu,baru dibaca *seperti saya*

    Reply

  2. 9-9-2010 at 02:06 | #2

    saya masih belum paham dengan css, html dan sebagainya,
    buat refrensi dulu mas

    salam dari pamekasan madura

    Reply

  3. 19-9-2010 at 00:00 | #3

    Terimakasih infonya sobat.

    Reply

  4. 30-10-2010 at 11:56 | #4

    Hey, something is wrong with your site in Opera, you should check into it.

    Reply

  5. 12-3-2011 at 02:31 | #5

    Silahkan ganti style.css, style1.css, dan style2.css dengan nama file-file css yang anda gunakan. Jika file css hanya satu buah cukup dengan kode require_once(‘style.css‘);

    itu di ganti apanya bang, gak jelas, mohon di perjelas lagi nya

    Reply

    Alwi Reply:

    style.css, style1.css, dan style2.css itu contoh nama file css yg digunakan, mungkin saja ada nama file css yg berbeda, jadi tinggal disesuaikan

    Reply

  6. 13-4-2011 at 15:57 | #6

    Wow,,Nice sharing mas…Saya haus akan informasi ini.. :D

    Reply

  7. rian
    13-6-2011 at 21:30 | #7

    kalau stylesheetnya di ganti jadi style.css.php jadi
    “Stylesheet is missing” trus tema jadi g bisa di pake lagi. gimana tuh??
    Thanks

    Reply

  8. 15-7-2011 at 12:58 | #8

    Semua yang aku cari ada di sini.., komplit…, makasih semua infonya…salam kenal bang alwi.., ta coba…moga jadi tambah nyeeeus blog aku…xi…Thx..

    Reply

  9. Ismail
    16-12-2011 at 22:47 | #9

    Assalam..Thanks for sharing this tutorial. I am foreigner but I can read this tutorial easily eventhough a few words that I can’t understand. You made my knowledge better. Thanks bro..for your information, I am using google translator to translate a few words that I can’t read, luckily it works well. Thanks once again. I bookmarked your blog, if possible will come again.

    Thank for your visiting, hopefully this post useful for those who need it

    Reply

  10. 19-1-2012 at 05:16 | #10

    maaf mas saya mau copy codenya tapi ko tidak bisa, apakah right klick di disable untuk blog ini. trus gmana ini praktekkan tutorialnya. mohon petunjuk mastah.

    Reply

Comment pages
1+4=? (Wajib diisi)