Home » SEO » Cara Mencegah Duplicate Content Di Google Webmaster Tools

Cara Mencegah Duplicate Content Di Google Webmaster Tools

28 Apr. 2012130 comments
Cara Mencegah Duplicate Content Di Google Webmaster Tools

cara mencegah duplikat kontenDuplikat konten adalah istilah yang digunakan dalam bidang SEO (search engine optimization)  untuk menggambarkan adanya duplikasi yang muncul pada lebih dari satu halaman web dalam situs web yang sama, misalnya kita membuat 2 postingan yang berbeda tapi isinya sama atau sangat mirip baik judul (titel), url, description juga isi postingannya. Di samping duplikat konten, yang juga termasuk di dalamnya yaitu adanya Duplicate Title Tag dan Duplicate Meta description, Long dan Short meta descriptions.

Penyebab munculnya duplikat konten

Duplikat konten bisa timbul karena settingan engine blog yang kurang pas (meskipun settingan itu punya manfaat lain) seperti akibat adanya paginasi halaman atau penomoran halaman, baik untuk halaman index, archive atau postingan, akibat adanya paginasi komentar atau karena akibat adanya penambahan ekstensi tertentu misalnya karena menggunakan plugin versi mobile, mengaktifkan fitur reply to comments atau nested comments dan lain-lain. Contoh untuk penggunaan plugin versi mobile (MobilePress) di setiap akhir url postingan akan ada penambahan "?postcomment=true" dan di setiap akhir url halaman komentar akan ada penambahan "?comments=true"

Duplikat konten juga bisa muncul untuk website atau blog yang bisa diakses dengan awalan www atau tanpa www.  Penyebab lain dari munculnya duplikat konten juga bisa karena kesalahan dari user ketika menuliskan misalnya isi deskripsi yang sama dengan postingan lainnya atau menuliskan isi deskripsi yang terlalu singkat (short meta descriptions) atau menuliskan post tag yang sama dengan judul postingan (jika post tag dimasukkan ke dalam index) dan lain-lain.

Kapitaliasi huruf pada URL wordpress juga bisa menyebabkan munculnya duplikat konten (duplikat titel tag) disebabkan karena satu postingan atau satu halaman dengan titel atau judul yang sama tapi bisa diakses dengan bermacam-macam bentuk URL (berbagai variasi antara huruf besar dan kecil). Misalnya URL aslinya http://domain.com/tips-seo-wordpress.html, URL tersebut bisa juga diakses dan masuk ke dalam index dengan variasi kapitaliasi huruf pada URL tersebut menjadi misalnya : http://domain.com/Tips-Seo-Wordpress.html.

Pengaruh duplikat konten dalam SEO

Dalam  kondisi tertentu munculnya duplikat konten kadang-kadang tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil indek dan SERP di search engine khususnya Google. Dalam hal ini saya pernah mengalaminya (muncul duplikat konten di Google Webmaster), bahkan jumlahnya sampai ratusan, yakni saat terjadi pergantian permalink blog ini (info selengkapnya bisa dibaca di : Cara Setting Permalink WordPress). Walaupun muncul ratusan duplikat konten tapi tidak berpengaruh sama sekali terhadap SERP dan SEO blog ini (mungkin kebetulan). Di sisi lain (idealnya) duplikat konten dan variannya adalah hal yang harus dihindari dan dicegah, sebab untuk jangka panjang sebagian besar webmaster sepakat, hal itu akan berpengaruh terhadap SEO. Google juga menyarankan kepada webmaster dan pengelola website atau blog agar berupaya untuk mencegah dan menghindari munculnya duplikat konten.

Cara mencegah (mengatasi) duplikat konten

1. Setting domain anda dengan salah satu pilihan antara menggunakan www atau tanpa www.  Selanjutnya anda harus konsisten dalam menuliskan sebuah url antara www dan non www. Untuk wordpress self hosting umumnya menggunakan standard tanpa www. Alternatif lainnya pemilihan www atau non www bisa disetting lewat file .htaccess : Redirect www ke non-www :

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainanda.com/$1 [L,R=301]

Redirect non-www ke www :

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainanda.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainanda.com/$1 [L,R=301]

Dalam kondisi tertentu bisa juga menggunakan fitur Preferred domain yang ada di Google Webmaster Tools (Site configuration » Settings » Preferred domain). Dalam hal ini kebetulaan saya tidak menggunakan fitur ini alias saya biarkan default (Don’t set a preferred domain) karena dari awal install wordpress tidak menggunakan awalan www.

2. Menerapkan canonical link untuk postingan atau sebuah halaman. Untuk WordPress versi 2.9 ke atas fungsi canonical sudah ditambahkan secara otomatis. Atau jika belum bisa ditambahkan script berikut ini di file header.php, sebelum kode < /head> :

<link rel="canonical" href="<?php the_permalink() ?>" />

3. Menggunakan 301 redirects. Jika kita akan mengalihkan suatu halaman ke halaman lainnya kita bisa menggunakan teknik 301 redirects baik dengan bantuan sebuah plugin atau bisa menggunakan settingan di file .htaccess.

4. Manfaatkan file robots.txt untuk pengaturan halaman atau URL mana yang boleh dindex dan halaman atau URL mana yang tidak boleh dindex.

5. Menggunakan pengaturan robots meta tag yang ditempatkan di bagian header.php (optional). Teknik ini menggunakan semacam conditional tag di mana halaman yang boleh diindex hanya pada halaman home, postingan dan sebuah page atau bisa ditambahkan halaman tertentu misalnya post tag, selain halaman tersebut akan diabaikan (tidak diindex), misalnya halaman search.php, archive.php tidak akan diindex dan lain-lain.

6. Menggunakan bantuan plugin. Beberapa plugin seperti Platinum SEO Pack atau All In One SEO Pack di dalamnya banyak fitur untuk mencegah munculnya duplikat konten misalnya adanya fitur "Automatically do 301 redirects for permalink changes" akan mencegah munculnya duplikat konten ketika user berganti model permalink. Berdasarkan pengalaman, meskipun menggunakan fitur ini, dalam jangka pendek, duplikat konten tetap akan muncul dan setelah beberapa bulan duplikat konten baru bisa hilang/bersih.

Fitur lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah duplikat konten (menggunakan bantuan plugin) yaitu : Use noindex for Tag Archives, Use noindex for comment pages of posts (Introduced in wordpress 2.7), Use noindex for comments RSS feeds, Use noindex for all RSS feeds, Use noindex for Search result pages on the site dan lain-lain.

Untuk Category Title Format: dan Tag Title Format: juga bisa kita manfaatkan untuk mencegah duplikat konten. Caranya pada bagian kotak sebelah kanan tambahkan kata "Category" setelah %category_title%, kode keseluruhan akan menjadi %category_title% - Category dan tambahkan kata "Tag" setelah %tag%, kode keseluruhan akan menjadi %tag% - Tag. Tujuan dari cara ini untuk menghindari munculnya duplikat titel tag karena misalnya tanpa sengaja kita memasukkan post tag yang sama/mirip dengan judul postingan. Teknik ini berlaku jika kebetulan kita menyertakan post tag dan atau category tag ke dalam index mesin pencari.

7. Penerapan Lowercase pada URL = Mentransformasi semua karakter pada URL menjadi huruf kecil. Seperti yang saya jelaskan di atas, kapitaliasi huruf pada URL wordpress juga bisa menyebabkan munculnya duplikat konten (duplikat titel tag) disebabkan karena satu postingan atau satu halaman dengan titel atau judul yang sama tapi bisa diakses dengan bermacam-macam bentuk URL (berbagai variasi antara huruf besar dan kecil). Untuk mengatasi hal ini kita harus membuat settingan supaya ketika ada kapitaliasi huruf pada URL, maka secara otomatis akan diarahkan ke huruf kecil (lowercase).

Caranya sebenarnya bisa dilakukan lewat setting file .htaccess, PHP atau disetting lewat server. Namun sayang beberapa kali uji coba (menggunakan berbagai script) yang saya lakukan lewat file .htaccess dan PHP belum berhasil. Ada yang menyarankan bisa disetting lewat pengaturan server, namun sayang ini tidak bisa saya lakukan karena hosting yang saya sewa masih menggunakan shared hosting sehingga sebagai pengguna tidak ada hak aksess untuk konfigurasi server, kecuali kalau menggunakan private Server baru bisa dilakukan. Atau ada yang mau bantu saya? Sudah saya ubek-ubek seluruh blog dalam dan luar negeri belum ada yang menerapkan cara ini. Untuk sementara jika muncul duplikat konten (hanya kadang-kadang) yang disebabkan karena munculnya kapitaliasi huruf pada URL, untuk menghilangkannya saya redirect secara manual menggunakan teknik 301 redirects yang ada di file .httaccess.

8. Memanfaatkan fitur URL parameters di Google Webmaster Tools
Seperti yang saya katakan di atas, duplikat konten bisa muncul akibat adanya paginasi komentar atau karena akibat adanya penambahan ekstensi tertentu misalnya karena menggunakan plugin versi mobile, mengaktifkan fitur reply to comments atau nested comments dan lain-lain. Untuk mengatasinya di samping dengan pengaturan di file robots.txt, kita juga bisa memanfaatkan fitur URL parameters yang ada di Google Webmaster Tools untuk membantu Google dalam mengcrawl sebuah website/blog yang mempunyai beberapa jenis URL tapi sebenarnya isinya sama, atau dengan kata lain fitur URL parameters akan menentukan URL mana yang akan diindex dan URL mana (yang mempunyai parameters tertentu) tidak perlu diindex.

Untuk penjelasannya bisa dibaca di pembahasan tentang URL parameters yang ada di Google Webmaster Tools, atau di postingan teman Facebook saya Faisal Rachmadin yaitu tentang Cara Mengatasi Error Replytocom Di Google Webmaster.

Catatan :

Cara-cara di atas adalah berdasarkan pengalaman pribadi dalam menghapus dan mencegah duplikat konten pada blog wordpress dengan self hosting, untuk platform blog yang lain seperti blogspot dan lainnya mungkin secara teknis akan sedikit berbeda. Beberapa poin di atas mungkin perlu penjelasan atau pembahasan secara khusus supaya lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Mudah-mudahan artikel tentang Cara Mencegah Duplicate Content Di Google Webmaster Tools ini bisa bermanfaat untuk anda, terima kasih.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cara Submit Blog atau Website di Google Webmasters
  2. Konten Berkualitas Versi Google
  3. Download Edisi Baru Google SEO Starter Guide 2010
  4. Cara Meningkatkan Traffic Blog
  5. Cara Setting Robots Meta Tag WordPress
  6. Cara Memanfaatkan Twitter Untuk Blog Anda
  7. Cara Membuat Breadcrumb Di WordPress
  8. Mohon Maaf, Blog Ini Tidak Dofollow Lagi
  9. Google Prioritaskan Konten Berkualitas
  10. SMP, Anak SMP dan Masa Remaja
  1. 28-4-2012 at 17:05 | #1

    Wah saya malah baru tau mas, ternyata variasi besar kecil huruf pada URL juga bisa berpengaruh ke duplikat konten. :mrgreen:

    Oya trims mas backlinknya :)

    Reply

  2. 28-4-2012 at 18:11 | #2

    Info yang menarik mastah. trims ya infonya. smoga bermanfaat juga untuk teman2 blogger

    Reply

  3. 28-4-2012 at 19:25 | #3

    Mas, sy mw tny, mf kalo nyimpang dr post diats, gni blog sy di search engine kok aneh ya,postingn bru dpat di index hany dlm wkt beberapa dtik dan 10 besar di SERP, tapi stlah 1 hri kok postingn y ilang g tau dmn posisi y, tau g knp mas? Emg c di webmaster ad duplikat meta desc. Tp apa krn ada y duplikat meta desc. trsbut ato hany skdar algoritma di google


    Bisa karena keduanya …. atau karena persaingan keyword dan terjadi dinamika perubahan posisi hasil crawl algoritma di google, saya juga sering mengalaminya, kena Google dancing atau panda tapi ntar balik lagi ke posisi yg bagus …. (tergantung persaingan dengan kompetitor web/blog lainnya)

    Reply

    adhani Reply:

    biasa diistilahkan sebagai google honeymoon, kondisi dimana artikel fresh akan berposisi bagus di listing halaman pencarian ketika artikel tsb baru saja dipublish. untuk mempertahankannya diperlukan struktur seo onpage dan quality konten yang bagus. faktor umur blog juga ikut berpengaruh. terlebih karena trust terhadap google dan tingkat persaingan juga menjadi faktor pendukungnnya.cmiiw

    Reply

  4. 28-4-2012 at 21:03 | #4

    Wah, informasinya bagus Mas. Lengkap, uraiannya jelas dan sangat membantu. Trims infonya. Salam kenal. selamat, dan sukses selalu untuk Anda.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

    Reply

  5. 29-4-2012 at 01:30 | #5

    Ada yang masih kurang yaitu comment-page- dan paged.

    Pakai robot.txt reply to com sepertinya bisa mas Alwi..


    Untuk comment-page- dan paged dah saya masukkan di point ke 6. Menggunakan bantuan plugin atau poin ke 4. Manfaatkan file robots.txt

    Untuk reply to com atau akibat penggunaan plugin versi mobile saya kombinasi antara poin ke 8. Memanfaatkan fitur URL parameters di Google Webmaster Tools dan poin ke 4. Manfaatkan file robots.txt.

    Yang belum ketemu untuk yg poin ke 7. Penerapan Lowercase pada URL
    Bang Amdhas mungkin bisa bantu?

    Reply

  6. 29-4-2012 at 09:19 | #6

    Wah thanks banget infonya mas, meski agak bingung (maklum newbie) :) Okelah tetep belajar aj. Thanks,,

    Reply

  7. 29-4-2012 at 12:48 | #7

    makasih mas wt respon y..jwbn y sangt memuas kan :D

    Reply

  8. 29-4-2012 at 18:27 | #8

    Sepertinya tentang istilah duplikat konten itu tidak ada bahkan sampai brokenlinkpun juga mitos belaka pak, jadi tak perlu kawatir, logikanya bisa kita lihat di situs sosial media dan situs pertemanan, jika google menerapkan hal ini berarti google siap sapu sapu situs besar


    Duplicate Content itu istilah yg dibuat oleh Google sendiri, tepatnya adalah Duplicate Title Tag, Duplicate Meta description, Long dan Short meta descriptions dll (bisa dilihat di Google Webmaster Tools : HTML Suggestions) dan semua itu, title, description dll adalah sebuah konten atau apapun yg ada di sebuah web / situs adalah content. Tujuan Google menyarankan para webmaster untuk membersihkan Duplicate Content dan variannya adalah untuk efisiensi pengindekan dan memberikan asas kebergunaan kepada user (pencari info di search engine). Coba bayangkan jika satu halaman yg isinya sama tapi bisa terindex dengan bermacam2 bentuk URL, maka halaman2 yg lain itu (URL yg lain tapi isinya sama dg URL aslinya) hanya akan memenuhi index mesin pencari. Dalam kondisi tertentu munculnya duplikat konten kadang-kadang tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil index dan SERP, di sisi lain (idealnya) duplikat konten dan variannya adalah hal yang harus dihindari dan dicegah, sebab untuk jangka panjang sebagian besar webmaster sepakat, hal itu akan berpengaruh terhadap SEO. Google juga menyarankan kepada webmaster dan pengelola website atau blog agar berupaya untuk mencegah dan menghindari munculnya duplikat konten.

    Reply

  9. 29-4-2012 at 18:40 | #9

    Maaf gan, emang benar ya istilah duplicat content itu ada. Kok artikel copas masih terindex di google, dengan judul yang sama persis bahkan. Maaf newbie :)


    duplicat content yg dimaksud adalah adanya duplikasi yang muncul pada lebih dari satu halaman web dalam situs web yang sama (Duplicate Title Tag dan Duplicate Meta description, Long dan Short meta descriptions)

    Reply

  10. 30-4-2012 at 00:48 | #10

    Sudah lama saya berubah ke blogspot mas, he. he.. maklum
    dari html suggestion saya mendapatkan banyak duplicate kontent dari faktor url dengan akhiran ?m=0
    ada solusi mengatasi dengan robot txt atau cara lain.


    Bisa memanfaatkan fitur URL parameters di Google Webmaster Tools, dan robot.txt

    Reply

Comment pages
1 2 3 13 2631
2+7=? (Wajib diisi)