Bahaya Perut

21 Nov. 2009175 comments

dampak-psikologis-obesitas Pada suatu hari Rasulullah SAW kedatangan tamu seorang dokter (tabib) bangsa Yahudi yang datang dari Palestina. Ia minta izin untuk buka praktek di kota Madinah. Rasulullah pun mengizinkan. Singkat cerita sang dokterpun itupun mulai buka praktek. Tapi baru satu bulan kemudian ia datang lagi menemui Rasulullah untuk permisi pulang ke negerinya.

Rasulullahpun tidak bisa menyembunyikan keheranannya. “Kenapa anda begitu cepat meninggalkan kota ini, apa ada yang kurang menyenangkan di kota ini?” tanya Rasulullah.

“Tidak tuan. Semua baik-baik saja. Bahkan penduduk kota ini sungguh sangat ramah dan menyenangkan,” jawab sang dokter (tabib).

“Lalu, apa yang menjadi masalahnya?, tanya Rasulullah kemudian.

Kemudian sang tabib berterus terang, bahwa ia ingin cepat pulang ke negerinya karena selama satu bulan buka praktek di kota Madinah, tak satupun warga kota yang datang untuk berobat kepadanya. Padahal di negerinya ia termasuk dokter ahli/pakar/spesialis yang cukup terkenal dan banyak pasiennya.

Dokter itupun melanjutkan ceritanya. “Karena penasaran, saya berkeliling kota masuk kampung ke luar kampung untuk mencari pasien yang sakit. Tapi tak satupun saya jumpai orang sakit untuk saya obati. Sayapun merasa heran, seluruh warga kota dalam keadaan sehat wal afiat. Belum pernah saya dapatkan kota dengan seluruh penduduknya yang sehat seperti di kota Madinah ini,” ujarnya panjang lebar.

“Lalu, saya pun bertanya kepada penduduk yang saya jumpai, apa rahasianya sehingga mereka hidup nyaris sehat sempurna?” lanjut sang dokter. “Lantas apa jawab mereka? tanya Rasulullah tak sabar. Mereka pun menjawab : Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum datang rasa lapar. Dan apabila kami makan, tidak sampai kekenyangan. Begitulah jawab mereka tuan,” jelas sang dokter itu.

Mendengar cerita sang dokter tersebut, Rasulullah pun  berkomentar, “Sungguh benar apa yang mereka katakan kepada tuan,” kata Rasulullah sambil menyitir sebuah hadits, yang artinya : “Lambung manusia itu tempatnya segala penyakit, sedangkan pencegahan itu pokok dari segala pengobatan.” (HR. ad-Dailami).

Mengambil hikmah dari cerita dokter di atas , bisa kita simpulkan bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah adalah umat atau kaum yang sangat disiplin dalam mempraktekkan pola hidup sederhana. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud ra bahwa , “‘Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum datang rasa lapar. Dan apabila kami makan, tidak sampai kekenyangan.” menggambarkan sikap hidup mereka yang sangat berhati-hati dalam soal mengendalikan perut.

Muncul pertanyaan, apakah mereka mempraktekkan nilai-nilai itu “tidak akan makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kekenyangan” dikarenakan mereka hidup dalam kemiskinan? jawabannya tidak. Sebab pada saat itu justru mulai bermunculan orang-orang kaya baru seperti Abdurrahman bin Auf yang sukses dengan bisnisnya. Tapi meskipun mereka kaya, mereka tidak rakus. Pola hidup sederhana yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah benar-benar mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal secara logika tidak ada larangan untuk menikmati sesuatu yang menjadi miliknya. Toh makanan itu mereka beli dari hasil kerja mereka sendiri, bukan mencuri, merampas hak orang apalagi hasil korupsi.

Tapi semua itu tidak mereka lakukan, meskipun dalam kondisi mampu untuk menikmatinya. Karena dengan pemahamannya itu lantas mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka yakin bahwa tanpa kendali perut hanya akan menjadi tempat segala macam penyakit baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Yang bersifat fisik seperti obesitas, diabet, penyakit jantung  dan lain-lain.

Menurut Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD-KEMD (ahli penyakit dalam), timbunan lemak pada perut, ternyata lebih berbahaya daripada pantat yang besar. Penelitian terakhir mengungkapkan jika perut yang besar, adalah muara terjadinya berbagai penyakit kronis. Bahkan pemicu terjadinya metabolic syndrome yang merupakan kumpulan penyakit berbahaya seperti jantung koroner, diabetes, darah tinggi, kenaikan kadar kolesterol hingga perlemakan hati dan liver. Sementara pada perempuan yang mengalami obesitas abdominal, rawan terkena kanker endometrium dan PCOS yang berakibat pada terjadinya kemandulan.

“Jika masuk pada stadium tiga, sindroma metabolic itu bisa menyebabkan pre diabetes mellitus dan diabetes mellitus (DM) tipe dua. Namun, jika terus dibiarkan, dia bisa masuk stadium empat yang merupakan manifestasi penyakit seperti jantung koroner, stroke dan lain-lain,”

Sedangkan yang bersifat non fisik adalah segala bentuk penyakit kejiwaan (psikis), seperti tamak, serakah, rakus, konsumtif, materialistis, foya-foya pemboros dan lain-lain, yang hanya bisa diobati dengan dzikrullah, dan senantiasa bertaqarrub kepada Allah SWT. Dari berbagai sumber.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Melihat Calon Isteri Ketika Khitbah (waktu lamaran)
  2. Hukum Transaksi via Elektronik
  3. Thawaf dan Sa’i
  4. Marhaban Ya Ramadhan
  5. Kisah Qarun
  6. Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza
  7. Memahami Makna Tahun Baru Hijriyah
  8. Doa Untuk Kemudahan Melahirkan
  9. Makna Lebaran (Idul Fitri)
  10. Bisnis Ala Rasulullah SAW : Uang Bukan Modal Utama
  1. 21-11-2009 at 22:57 | #1

    semangat ngeBlog on weekend Om .

    AYoooo semangaaaattt!!! dan jangan lupa … mPIISSSSS [lemes dah]

    Reply

    Alwi Reply:

    @cah ndeso, ayoooooooo …. soalnya Sabtu Minggu gak pernah libur

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, monggoooooooooooo

    Reply

    Wong JAlur Reply:

    @cah ndeso, Cah ndeso ganti Avatar euy…

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Wong JAlur, sumuhun kaaaaaaaaang

    Reply

  2. 21-11-2009 at 23:55 | #2

    wah ndak enak bener sakit2 yang mengenai perut itu..
    tapi pada dasarnya sakit itu tidak enak sih….

    salam sahabat..

    Reply

    KangBoed Reply:

    @free download lagu Indonesia ter update dan terbaru, hahahahaha sakit apa nyo nyang uenaaaaaaaaak

    Reply

    KangBoed Reply:

    @KangBoed, ooh saya baru ngeh mas ALWI matiin gambarnya enda semuanya yaaaaaaaaaaa

    Reply

  3. 22-11-2009 at 00:12 | #3

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Reply

    KangBoed Reply:

    @KangBoed, piiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssssssssssssssss

    Reply

    KangBoed Reply:

    @KangBoed, sekali lagi piiiiiiiiisssssssss

    Reply

    Alwi Reply:

    @KangBoed, asal jangan ditambah pi di depan piiiisssssssssss

    Wong JAlur Reply:

    @KangBoed, I Love U fullllllllllllllllll toooooooooooooooooooooooooo

    Reply

  4. 22-11-2009 at 01:38 | #4

    berkunjung…sambil ngupi…

    Reply

    Alwi Reply:

    @Amink, Ni kopinya kang,,, .

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, doooooooooh sedaaaaaaaaaap

    Reply

  5. 22-11-2009 at 06:55 | #5

    “Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum datang rasa lapar. Dan apabila kami makan, tidak sampai kekenyangan”. Memang seharusnya bgt Mas, tp kenyataannya ssaya justru mkan seblm lapar dan berhenti sesudah kenyang, jd badann nih melarrrrrrr, meskipun dah main bola tiap sore masih blm ada perkembangan.

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Wong JAlur, hehehehe karet tea melar melulu perut karet

    Reply

  6. 22-11-2009 at 07:00 | #6

    Yg paling parah kaya’nya sekarang keserakahan yg menjurus ke kanibalisme global, betapa banyak harta rakyat yg dimakan oleh para koruoptor???anehnya mereka asik geboy aja berlenggak lenggok di indonesia. Huh…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

    Alwi Reply:

    @Wong JAlur, Kalau sumber makanannya dari hasil korupsi hati jadi mati, akhirnya jadi gak peduli dan lupa diri tentang hakikat diri yang akhirnya kan kembali kepada ilahi rabbi

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, hehehe

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, mo ngomong apa lagi

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, kalakuan manungso akhir jaman

    Reply

  7. 22-11-2009 at 11:51 | #7

    Pulang dari tes CPNS langsung ongleng, mampir ke sini… eh dapet info yg luar biasa keren…

    Reply

    Pecinta Kuliner Reply:

    Eeh… kok gak ada soal matematika lagi di kemntar nya ya? hihihi .

    Reply

    Alwi Reply:

    @Pecinta Kuliner, Selamat datang kembali Mbak Ira, gimana test nya mudah2an bisa diterima yaaa… aminn.
    Soal matematikanya sementara saya deactifate krn stlh pasang plugin ini jd gak bs ngeping/trackback.

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, benuul

  8. 22-11-2009 at 13:26 | #8

    ah saya jadi malu, padahal klo lg stress bisa makan banyak, hiks..gmn nih pak alwi? ada solusi? … .

    Reply

    Alwi Reply:

    @nurrahman, Idealnya sprti cara yg Rosul ajarkan walau prakteknya susah, saya aja baru bisa mempraktekkan 2 tahun belakangan ini. walau belum bisa 100% konsisten yang penting berusaha, terutama bila selera makan lagi ok terus ketemu makanan kesukaan mengerem hasrat untuk nambah itu yang susah banget (berhenti makan sebelum kekenyangan). Kalau yang tidak akan makan sebelum lapar alhamdulillah dah bisa mengamalkan.

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, weeekekekek

    Reply

  9. 22-11-2009 at 19:56 | #9

    wah, sungguh banyak ilmu yang saya dapat di halaman ini,
    terimakasih atas sharingnya…

    salam kenal dan sepertinya saya perdana nih mampir kesini… :bingung:

    Reply

    Alwi Reply:

    @informasi peternakan ayam, Keknya udah pernah deh …

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, ma kasih nyaaaak

    Reply

  10. 22-11-2009 at 20:21 | #10

    weehhh….tambah ikon-e nih :recsel

    coba aaahhh :kts:

    Reply

    Alwi Reply:

    @cah ndeso, Lagi test emoticone kaskus :kbgt:

    Reply

    KangBoed Reply:

    @Alwi, mantab kakus nyaaaaak

    Reply

Comment pages
1 2 3 4 8 1568
3+6=? (Wajib diisi)