Home » Pernikahan » Religi » Apa Yang Menghalangi Kita Untuk Menikah?

Apa Yang Menghalangi Kita Untuk Menikah?

23 Jun. 201553 comments
Apa Yang Menghalangi Kita Untuk Menikah?

menikah Menikah itu asyik, menikah itu keren, menikah itu gokil. Dan yang lebih penting lagi menikah itu adalah ibadah, sunnah Nabi (annikahu sunnati) dan mempunyai misi untuk menyempurnakan separuh nilai agama. Namun demikian tidak semua orang bisa dan berani memutuskan untuk menikah, karena faktanya banyak orang yang takut menikah karena merasa belum siap. Ada yang belum menikah karena takut kecewa atau dikecewakan. Ada juga yang trauma karena pernah gagal menyintai seseorang sehingga tidak percaya lagi dengan pria atau wanitaa. Atau ada juga yang takut menikah karena khawatir akan menghambat karir atau profesinya, merenggut kebebasan. Bahkan ada juga yang memutuskan untuk tidak menikah karena memang senang dengan kesendiriannya alias suka jadi jomblowan atau jomblowati.

Namun satu hal yang tidak boleh dilanggar adalah jangan sampai karena alasan bahwa menikah itu bikin repot, bikin ribet, mengganggu privasi, dan dengan kesendiriannya tidak terikat dalam lembaga pernikahan, maka akan bisa bebas menyalurkan hasrat sexualnya kepada siapa saja yang dikehendaki.

Sex itu sendiri sesungguhnya tidaklah “jahat”, karena ia adalah karunia, meskipun pesona serta pikatannya bisa menganggu ketenangan pikiran, bisa menembus dinding keimanan, bisa menggerogoti perkembangan nilai-nilai spiritual.

Dalam situasi yang ideal, sex merupakan puncak kepuasan fisik dari hubungan emosional yang mendalam, di mana kedua pasangan saling memberi dan menerima secara sama, saling memberikan kepuasan batin secara mendalam dan dalam level yang sama.

Seekor hewanpun ketika ingin melakukan hubungan sex, ia akan akan menujukkan cintanya, namun setelah melakukan hubungan sex ia akan melupakan cintanya. Bagi hewan sex hanyalah sekedar dorongan naluri untuk menyalurkan hasrat biologisnya dan untuk mempertahanakan kelangsungan habitatnya.

Manusia beda dengan binatang karena manusia memiliki banyak hal yang bisa diberikan dalam konsep cinta, perhatian dan kasih sayang. Tugas dan kewajiban tersebut merupakan unsur penting untuk mempertahankan kesatuan, keharmonisan dan saling pengertian dalam suatu hubungan antar manusia.

Ada resiko yang harus ditanggung bagi seseorang yang tidak menikah atau menunda menikah, padahal secara hukum ia sudah masuk dalam kategori sebagai orang yang mempunyai qualifikasi wajib atau sunnah untuk menikah. Beberapa resiko tersebut antara lain ketika hidup membujang jadi jomblowan atau jomblowati dalam waktu yang lama, maka akan ada potensi untuk melakukan kesenangan pribadi, walaupun tidak semuanya seperti itu.

Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqhus Sunnah menyimpulkan, seandainya seseorang sudah mampu nikah, dan dikhawatirkan akan terjerumus kepada perbuatan jahat kalau tidak menikah, sementara pada saat yang sama, ia juga sudah memenuhi kriteria wajib haji, maka ia harus mendahulukan nikah atas haji. Hal ini didasarkan pada kaidah fiqih yang berbunyi Dar ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindarkan diri dari bahaya harus didahulukan dari pada mengejar kemaslahatan).

Maka menikah adalah cara Allah menjaga manusia agar tidak jatuh kedukannya dan tidak tergelincir untuk memperturutkan dorongan hawa nafsunya dan berbuat dosa demi menjaga kehormatan dan muruahnya.

Begitu pula bagi yang menempuh jalan kesendirian atau tidak menikah maka hal itu juga tidak sesuai dan selaras dengan sunnatullah yaitu pada dasarnya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Dan menikah itu mempunyai tujuan untuk menjaga kelangsungan spesies manusia agar terus dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Di episode selanjutnya insya Allah akan saya tulis alasan-alasan kenapa kita harus menikah.

Mudah-mudahan artikel tentang Apa Yang Menghalangi Kita Untuk Menikah? ini bisa bermanfaat untuk anda, terima kasih.

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Contoh Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah
  2. Kumpulan Do’a Untuk Calon Penganten (Arab, Indonesia)
  3. Syarat-syarat Untuk Melangsungkan Pernikahan Di KUA
  4. Kalimat Permohonan Ijin Calon Penganten Wanita
  5. Hadits-Hadits Tentang Nikah
  6. Rukun dan Syarat Nikah
  7. Melihat Calon Isteri Ketika Khitbah (waktu lamaran)
  8. Bacaan Sighat Ta’lik Setelah Akad Nikah
  9. Cara Mendapatkan Jodoh
  10. Perjanjian Perkawinan
  1. 30-1-2016 at 06:12 | #1

    Alhamdulilah ane udah nikah mas Alwi walau dari segi usia termasuk telat, dulu pertimbagannya pengen ngejar usaha/karer, pengen punya ini itu dulu sebelum married…eh ga dapet2 :(

    Reply

  2. 1-2-2016 at 13:44 | #2

    Terima kasih , jadi kepengen , hehehe

    Reply

  3. 2-2-2016 at 18:56 | #3

    Menikah itu Gokil. hehe.
    Harus siap lahir batin kalau mau menghadapi moment yang satu ini.

    Reply

  4. 27-2-2016 at 14:31 | #4

    jadi kepengen nih… hehe…

    Reply

  5. 1-3-2016 at 13:24 | #5

    Wah ngebahas nikah jdi gmn gtu ?

    Reply

  6. 1-3-2016 at 13:26 | #6

    o gtu ya mas gan … kalau gini pingin cepat sukse deah biar bisa nikah

    Reply

  7. 10-3-2016 at 01:20 | #7

    sangat menginspirasi mas, terima kasih. doain saya ya biar cepat menikah aamiin

    Reply

  8. 23-3-2016 at 20:22 | #8

    Jika mereka miskin, maka Allah akan mengayakannya jika Dia menghendakinya.

    Reply

  9. 1-4-2016 at 13:30 | #9

    Ini sangat menarik sekali untuk disimak, karena baru pertama kali saya mengetahuinya dan tentunya menjadi sebuah wawasan baru yang saya dapatkan

    Reply

  10. 21-4-2016 at 06:13 | #10

    belum sepenuhnya yakin sih mas tapi insya allah akan segera menemukan calon yang baik..

    Reply

Comment pages
2+5=? (Wajib diisi)